Sabtu, 12 Oktober 2024

Pondok Pesantren Darul Hufadz Al Hidayah Menjaga Tradisi Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

 

Pondok Pesantren Darul Hufadz Al Hidayah Menjaga Tradisi Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW


Rantau Rasau, 2 Oktober 2024.  Pondok Pesantren Darul Hufadz Al Hidayah menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan khidmat, menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun. Peringatan yang diselenggarakan di halaman utama pesantren ini dihadiri oleh para santri, pengurus pesantren, serta masyarakat sekitar. Acara ini merupakan bentuk penghormatan dan kecintaan terhadap Rasulullah SAW, sekaligus momentum refleksi bagi umat Islam untuk meneladani sifat-sifat mulia beliau.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, peringatan Maulid Nabi di Darul Hufadz Al Hidayah diawali dengan pembacaan maulid diba' dan barzanji yang dilantunkan oleh para santri. Dengan lantunan shalawat dan pujian kepada Rasulullah, suasana pesantren dipenuhi rasa haru dan kebersamaan. Kiai Nurhakim,M.Pd, pimpinan pesantren, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga tradisi Maulid ini sebagai bentuk kecintaan yang nyata kepada Rasulullah SAW. “Peringatan Maulid Nabi ini hanya ada di Indonesia sebagai tradisi yang baik dan tidak bertentangan dengan sariat, oleh karena itu ini harus kita jaga dan lestarikan agar tidak terkikis oleh kemajuan Zaman yang senantiasa menindas kita” tutunya dalam sebuah sambutan

"Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya sekadar perayaan, tetapi juga saat yang tepat untuk meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari. Nabi adalah contoh utama dalam segala hal, baik dalam hal kejujuran, kesabaran, maupun kasih sayang kepada sesama. Melalui peringatan ini, kita diingatkan untuk memperbaiki diri dan memperkuat keimanan," ujar Kiai Khoiri dari Ponpes Darul Musyafah Trimulya dalam ceramahnya. Sebagai Mauidhotul Khasanah

Selain pembacaan shalawat dan Albarzanzi, acara juga dimeriahkan oleh penampilan kesenian Islami, seperti nasyid dan puisi Islami yang dibawakan oleh para santri. Para undangan dan masyarakat yang hadir tampak antusias mengikuti rangkaian acara, yang tidak hanya mengandung nilai spiritual, tetapi juga sarat akan nilai kebersamaan dan persaudaraan.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diakhiri dengan doa bersama untuk kesejahteraan umat Islam dan keselamatan bangsa. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara santri, pengurus, dan masyarakat sekitar, sekaligus sebagai wujud pengabdian Pondok Pesantren Darul Hufadz Al Hidayah dalam menjaga tradisi Islam di tengah-tengah masyarakat.

Dengan semangat menjaga tradisi Maulid Nabi, Pondok Pesantren Darul Hufadz Al Hidayah berharap dapat terus membimbing para santri dan masyarakat untuk meneladani Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi pilar bagi pembentukan generasi Islami yang berakhlak mulia dan berilmu. Ucap Kyai Muh Arif Selaku Ketua Yayasan Al Hidayah.

 



PKPPS Riyadussholihin Merangkum Kemahiran Membaca Kitab dan Nadhom dalam Semangat Musabaqoh Hari Santri

 

PKPPS Riyadussholihin Merangkum Kemahiran Membaca Kitab dan Nadhom dalam Semangat Musabaqoh Hari Santri


Rantau Rasau, 12 Oktober 2024 – Pondok Pesantren Riyadussholihin kembali menggelar Musabaqoh Hari Santri yang mempertemukan para santri terbaik dari berbagai pondok pesantren dalam ajang adu kemahiran membaca kitab kuning dan hafalan nadhom. Kegiatan ini menjadi puncak peringatan Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober, di mana para santri menunjukkan kemampuan mereka dalam menguasai literatur Islam klasik serta mendalami ilmu-ilmu agama.

Musabaqoh ini dilakukan mulai tanggal 11 Oktober sampai 20 Oktober berlangsung dimalam hari muai pukul 20.00 sampai 23.00. direncanakan di ikuti oleh seluruh Ponpes di kecamatan Rantau Rasau dan Nipah Panjang,.

Musabaqoh ini diikuti oleh puluhan santri dari PKPPS Riyadussholihin dan beberapa pesantren sekitar, yang dengan penuh semangat berlomba menampilkan kemampuan terbaik mereka. Lomba Baca Kitab Kuning menjadi sorotan utama, di mana para santri diuji kecakapan mereka dalam membaca dan memahami teks-teks kuno yang sarat dengan nilai-nilai keislaman. Kitab yang digunakan pun beragam, mulai dari kitab fikih, tauhid, hingga tasawuf. Para peserta tidak hanya dinilai dari kefasihan membaca, tetapi juga kemampuan menjelaskan kandungan makna kitab yang dibacakan.

Selain itu, Hafalan Nadhom juga menjadi salah satu lomba yang tak kalah menarik. Para peserta dengan penuh penghayatan melantunkan bait-bait nadhom, puisi Arab yang mengandung pelajaran agama dan hikmah mendalam. Mereka harus menyampaikan nadhom dengan nada yang khas, pengucapan yang tepat, serta pemahaman yang kuat akan isinya. Lomba ini menjadi ajang bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan hafalan mereka dan kedalaman pengetahuan tentang ajaran Islam.

Kiai Izzudin, pimpinan Pondok Pesantren Riyadussholihin, menyampaikan bahwa musabaqoh ini tidak hanya sekadar perlombaan, tetapi juga sarana untuk menjaga dan melestarikan tradisi keilmuan Islam. “Kemahiran membaca kitab dan nadhom adalah bagian dari warisan keilmuan Islam yang harus dijaga. Melalui musabaqoh ini, kita ingin membangun semangat para santri untuk terus mendalami ilmu-ilmu agama dan mengasah kemampuan mereka dalam memahami ajaran Islam yang terkandung dalam kitab-kitab klasik,” Lanjutnya.

Para juri yang terdiri dari para ulama dan pengasuh pesantren senior memberikan penilaian secara ketat. Mereka menilai setiap aspek, mulai dari kefasihan, ketepatan makhraj (pengucapan), hingga pemahaman isi kitab dan nadhom yang disampaikan. Hasil akhir menunjukkan bahwa kompetisi berlangsung sangat ketat, dengan para santri saling bersaing menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

Pemenang dalam lomba ini mendapat penghargaan berupa piala, sertifikat, serta hadiah dari pesantren. Namun, yang lebih penting dari itu, acara ini berhasil membangun semangat persaudaraan dan silaturahmi antar santri, serta memperkuat kesadaran mereka akan pentingnya menjaga warisan intelektual Islam.

Selain lomba baca kitab dan hafalan nadhom, Musabaqoh Hari Santri Riyadussholihin juga diisi dengan kegiatan lain seperti doa bersama dan tausiyah dari para ulama, yang semakin memperkuat makna peringatan Hari Santri sebagai momentum untuk membangun semangat keislaman dan persatuan umat. ”Dengan suksesnya acara ini, PKPPS Riyadussholihin berharap semangat belajar dan kompetisi di kalangan santri terus tumbuh, serta tradisi keilmuan Islam semakin lestari dan berkembang di masa depan". Tutur Muhammad Akrom Selaku Ketua Panitia Musabaqoh.

PKPPS Darul Musyafah Unjuk Gigi dalam Musabaqoh Hari Santri Riyadussholihin

 

PKPPS Darul Musyafah Unjuk Gigi dalam Musabaqoh Hari Santri Riyadussholihin

 

Rantau Rasau, 11 Oktober 2024 – Santri Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS) Pondok Pesantren Darul Musyafah turut serta dalam ajang Musabaqoh Hari Santri yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Riyadussholihin, Rantau Rasau. Kegiatan tahunan ini digelar untuk memperingati Hari Santri Nasional dan menjadi ajang bagi pesantren-pesantren se-Rantau Rasau Raya untuk berkompetisi dalam berbagai lomba Islami, seperti Lomba Baca Kitab Kuning, Hafalan Nadhom, Cerdas Cermat Islami, hingga lomba seni seperti menyanyi solo dan koor.

Santri dari PKPPS Darul Musyafah tampil memukau dalam lomba membaca Kitab Kuning klasik.Lomba Hafalan Nadhom juga menjadi salah satu kategori lomba. Kemampuan menghafal nadhom dan melantunkan bait-bait nadhom dengan suara yang indah dan penuh penghayatan memikat perhatian penonton.

Dalam Lomba Koor, tim koor Darul Musyafah mempersiapkan penampilan yang penuh harmoni dan semangat, hingga diharap mampu mengukir prestasi

Kiai M. Khoiri, pimpinan PKPPS Darul Musyafah, mengaku bangga dengan acara ini. “Ini adalah bukti bahwa santri-santri tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga di bidang seni dan keterampilan. Semangat mereka dalam berkompetisi patut diapresiasi, dan kami berharap mereka terus berusaha untuk menjadi santri yang tidak hanya pintar, tapi juga berakhlak mulia,” imbuhnya.

Musabaqoh Hari Santri Riyadussholihin ini direncanakan diikuti oleh berbagai pesantren di wilayah Rantau Rasau dan Nipah Panjang, dan menjadi ajang silaturahmi serta pengembangan potensi bagi para santri. Namun belum semua pesantren mengikutinya, kedepan diharapkan seluruh pesantren dapat andil dalam acara ini, PKPPS Darul Musyafah berhasil mengirimkan pesertanya dalam berbagai bidang, baik keilmuan maupun seni.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menumbuhkan semangat kompetisi di kalangan santri, tetapi juga mempererat hubungan antarpesantren, serta menginspirasi para santri untuk terus berprestasi dalam menjaga dan mengembangkan ajaran Islam.





Meriahkan Hari Santri, PKPPS Riyadussholihin Gelar Lomba Baca Kitab Kuning, Hafalan Nadhom, Menyanyi Solo, Koor, Hingga Cerdas Cermat

 

Meriahkan Hari Santri, PKPPS Riyadussholihin Gelar Lomba Baca Kitab Kuning, Hafalan Nadhom, Menyanyi Solo, Koor, Hingga Cerdas Cermat

Rantau Rasau, 11 Oktober 2024 – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, Pondok Pesantren Riyadussholihin dan PKPPS menggelar serangkaian acara perlombaan yang penuh semangat. Kegiatan ini mencakup berbagai lomba seperti Baca Kitab Kuning, Hafalan Nadhom, Menyanyi Solo, Koor, hingga Cerdas Cermat Islami, yang semuanya diselenggarakan dengan tujuan untuk mengasah keterampilan, meningkatkan kreativitas, dan menumbuhkan kecintaan para santri terhadap ilmu keislaman.

Acara yang berlangsung selama dua hari di kompleks pesantren ini diikuti oleh santri dari berbagai tingkatan. Juga mengundang PKPPS tetangga dalam kompetensi ini, Lomba Baca Kitab Kuning menjadi sorotan utama, di mana para peserta harus menunjukkan kemampuan membaca dan memahami teks-teks klasik Islam secara fasih dan tepat. Sementara itu, lomba Hafalan Nadhom menuntut para santri untuk menghafal bait-bait puisi berbahasa Arab yang mengandung hikmah dan ajaran keislaman.

Lomba menyanyi solo dengan lagu wajib Indonesia raya dan hari santri, koor dengn lagu yalalwathon dan sholawat badar, turut menambah semarak acara, dengan para santri mempersembahkan lagu-lagu Islami yang penuh makna. Penampilan para peserta dalam lomba koor pun mencuri perhatian dengan kekompakan dan harmonisasi suara yang apik. Sorak sorai dan tepuk tangan dari para penonton menambah semangat para peserta dalam berlomba.

Tidak ketinggalan, Lomba Cerdas Cermat Islami yang selalu dinanti-nantikan, menampilkan adu kecerdasan antar kelompok santri dalam menjawab pertanyaan seputar ilmu agama, sejarah Islam, dan biografi ulama. Lomba ini berlangsung seru dengan persaingan yang ketat, menunjukkan betapa tingginya minat para santri dalam memperdalam pengetahuan keislaman mereka.

Pimpinan PKPPS Riyadussholihin, Kiai Izzudin, dalam sambutannya menyatakan bahwa perlombaan-perlombaan ini merupakan sarana untuk mengembangkan potensi santri dalam berbagai bidang. “Hari Santri adalah momentum penting bagi para santri untuk terus berinovasi dan berprestasi. Melalui lomba-lomba ini, kami berharap para santri semakin termotivasi untuk mendalami ilmu dan mengasah keterampilan mereka, baik di bidang akademik maupun non-akademik,” ujarnya.

Selain lomba-lomba tersebut, peringatan Hari Santri di PKPPS Riyadussholihin juga diisi dengan kegiatan lainnya seperti pentas seni dan doa bersama, yang semakin memperkuat suasana kekeluargaan dan kebersamaan di kalangan para santri.

Peringatan Hari Santri di PKPPS Riyadussholihin kali ini sukses membawa kebahagiaan dan semangat baru bagi seluruh santri, yang diharapkan dapat menjadi generasi penerus yang berperan aktif dalam menjaga dan mengembangkan ajaran Islam di masa depan.



Pondok Pesantren Darul Hufadz Al Hidayah Menjaga Tradisi Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

  Pondok Pesantren Darul Hufadz Al Hidayah Menjaga Tradisi Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Rantau Rasau, 2 Oktober 2024.   Pondok Pesant...