Sabtu, 12 Oktober 2024

PKPPS Riyadussholihin Merangkum Kemahiran Membaca Kitab dan Nadhom dalam Semangat Musabaqoh Hari Santri

 

PKPPS Riyadussholihin Merangkum Kemahiran Membaca Kitab dan Nadhom dalam Semangat Musabaqoh Hari Santri


Rantau Rasau, 12 Oktober 2024 – Pondok Pesantren Riyadussholihin kembali menggelar Musabaqoh Hari Santri yang mempertemukan para santri terbaik dari berbagai pondok pesantren dalam ajang adu kemahiran membaca kitab kuning dan hafalan nadhom. Kegiatan ini menjadi puncak peringatan Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober, di mana para santri menunjukkan kemampuan mereka dalam menguasai literatur Islam klasik serta mendalami ilmu-ilmu agama.

Musabaqoh ini dilakukan mulai tanggal 11 Oktober sampai 20 Oktober berlangsung dimalam hari muai pukul 20.00 sampai 23.00. direncanakan di ikuti oleh seluruh Ponpes di kecamatan Rantau Rasau dan Nipah Panjang,.

Musabaqoh ini diikuti oleh puluhan santri dari PKPPS Riyadussholihin dan beberapa pesantren sekitar, yang dengan penuh semangat berlomba menampilkan kemampuan terbaik mereka. Lomba Baca Kitab Kuning menjadi sorotan utama, di mana para santri diuji kecakapan mereka dalam membaca dan memahami teks-teks kuno yang sarat dengan nilai-nilai keislaman. Kitab yang digunakan pun beragam, mulai dari kitab fikih, tauhid, hingga tasawuf. Para peserta tidak hanya dinilai dari kefasihan membaca, tetapi juga kemampuan menjelaskan kandungan makna kitab yang dibacakan.

Selain itu, Hafalan Nadhom juga menjadi salah satu lomba yang tak kalah menarik. Para peserta dengan penuh penghayatan melantunkan bait-bait nadhom, puisi Arab yang mengandung pelajaran agama dan hikmah mendalam. Mereka harus menyampaikan nadhom dengan nada yang khas, pengucapan yang tepat, serta pemahaman yang kuat akan isinya. Lomba ini menjadi ajang bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan hafalan mereka dan kedalaman pengetahuan tentang ajaran Islam.

Kiai Izzudin, pimpinan Pondok Pesantren Riyadussholihin, menyampaikan bahwa musabaqoh ini tidak hanya sekadar perlombaan, tetapi juga sarana untuk menjaga dan melestarikan tradisi keilmuan Islam. “Kemahiran membaca kitab dan nadhom adalah bagian dari warisan keilmuan Islam yang harus dijaga. Melalui musabaqoh ini, kita ingin membangun semangat para santri untuk terus mendalami ilmu-ilmu agama dan mengasah kemampuan mereka dalam memahami ajaran Islam yang terkandung dalam kitab-kitab klasik,” Lanjutnya.

Para juri yang terdiri dari para ulama dan pengasuh pesantren senior memberikan penilaian secara ketat. Mereka menilai setiap aspek, mulai dari kefasihan, ketepatan makhraj (pengucapan), hingga pemahaman isi kitab dan nadhom yang disampaikan. Hasil akhir menunjukkan bahwa kompetisi berlangsung sangat ketat, dengan para santri saling bersaing menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

Pemenang dalam lomba ini mendapat penghargaan berupa piala, sertifikat, serta hadiah dari pesantren. Namun, yang lebih penting dari itu, acara ini berhasil membangun semangat persaudaraan dan silaturahmi antar santri, serta memperkuat kesadaran mereka akan pentingnya menjaga warisan intelektual Islam.

Selain lomba baca kitab dan hafalan nadhom, Musabaqoh Hari Santri Riyadussholihin juga diisi dengan kegiatan lain seperti doa bersama dan tausiyah dari para ulama, yang semakin memperkuat makna peringatan Hari Santri sebagai momentum untuk membangun semangat keislaman dan persatuan umat. ”Dengan suksesnya acara ini, PKPPS Riyadussholihin berharap semangat belajar dan kompetisi di kalangan santri terus tumbuh, serta tradisi keilmuan Islam semakin lestari dan berkembang di masa depan". Tutur Muhammad Akrom Selaku Ketua Panitia Musabaqoh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pondok Pesantren Darul Hufadz Al Hidayah Menjaga Tradisi Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

  Pondok Pesantren Darul Hufadz Al Hidayah Menjaga Tradisi Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Rantau Rasau, 2 Oktober 2024.   Pondok Pesant...